Kenali Apa Itu Fraud dan Dampaknya Bagi Perusahaan

25-06-2022 19:53:04, Dibaca: 12684

 

PENGERTIAN FRAUD

Fraud dapat diartikan sebagai tindakan “kecurangan” biasanya terjadi pada suatu organisasi baik itu dari perusahaan maupun organisasi lainnya seperti koperasi, rumah sakit, dan lain sebagainya. Fraud dikenal dengan dua jenis kecurangan didalam akuntansi, yaitu kecurangan tidak disengaja seperti kekeliruan atau error dan kecurangan yang disengaja untuk menaikkan harga saham perusahaan. Secara umum fraud merupakan suatu perbuatan yang melawan hukum yang biasa dilakukan oleh orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari cara melakukan kecurangan yang secara langsung merugikan pihak lain. Biasanya kasus fraud ini terjadi pada laporan keuangan dan biasanya terjadi karena faktor diri sendiri (individual). 

JENIS-JENIS FRAUD

Sebuah organisasi profesional yang bergerak di bidang pemeriksaan kecurangan, The Association of Certified Fraud Examiners, membagi fraud ke dalam tiga kelompok berdasarkan perbuatannya, yaitu:

  1. Penyimpangan aset merupakan sebuah kecurangan dalam penyalahgunaan aset perusahaan yang dilakukan oleh sebuah oknum atau kelompok. Kelompok ini mudah dideteksi karena dapat diukur/dihitung dengan mudah.
  2. Pernyataan palsu (Fraudulent Statement) merupakan sebuah kecurangan yang sering dilakukan oleh pihak manajemen untuk menutupi kondisi keuangan yang sesungguhnya dengan membuat rekayasa keuangan dalam laporan keuangan perusahaan.
  3. Korupsi tidak hanya sering terjadi di sebuah perusahaan, namun juga sering ditemukan di beberapa negara yang sedang berkembang dan kurangnya tata kelola yang baik. Kelompok fraud ini sulit dideteksi karena banyaknya pihak yang bekerja sama dalam menikmati keuntungan. Didalamnya termasuk konflik kepentingan, penyuapan, pemerasan ekonomi, dan penerimaan yang ilegal.

FRAUD HEXAGON

Isu fraud telah banyak menarik perhatian para peneliti. Beberapa model juga telah dikembangkan, seperti fraud triangle “Cresey” (1950), fraud diamond “Wolfe & Hermanson” (2004), dan fraud pentagon “Marks”(2014). Dalam model fraud triangle, terjadinya fraud disebabkan karena adanya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Menurut model fraud diamond, terjadinya fraud tidak hanya karena adanya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi, namun juga karena adanya kapabilitas. Lebih jauh model fraud pentagon menambahkan arogansi sebagai faktor yang dapat menimbulkan terjadinya fraud, disamping karena adanya tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Semakin maraknya kasus fraud mendorong para peneliti untuk terus mengembangkan sebuah teori tentang fraud tersebut, "Vousinas" (2019) mengembangkan model deteksi fraud terbaru yang dikenal dengan fraud hexagon. Model tersebut mengemukakan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya fraud adalah stimulus (tekanan), kapabilitas (kompetensi), peluang, rasionalisasi, ego (arogansi), dan kolusi.

  1. Tekanan (Stimulus) yaitu keadaan seorang individu merasa adanya desakan atau dorongan, sehingga diperlukan tindakan tidak etis seperti kecurangan yang terdiri dari kecurangan laporan keuangan, misapropriasi aset, dan korupsi.
  2. Kapabilitas (Capability) merupakan kemampuan pegawai dalam mengembangkan organisasinya dan mampu mengendalikan situasi sosial yang mampu mendatangkan keuntungan baginya “Zimbelman et al.,” (2014).
  3. Adanya kesempatan (Opportunity) sangat mempengaruhi terjadinya berbagai kecurangan seperti kecurangan laporan keuangan, misapropriasi aset, dan korupsi. Hal tersebut muncul karena pengendalian internal suatu organisasi yang tidak maksimal sehingga pelaku kecurangan dapat menggunakan kesempatan yang ada. Selain itu kesempatan ada didukung dengan penerapan sanksi tindakan kecurangan yang tidak tegas. Kesempatan merupakan salah satu faktor terjadinya kecurangan yang memungkinkan dapat diminimalisir dengan menerapkan pengendalian internal yang ketat.
  4. Rasionalisasi merupakan pemikiran yang sudah dipengaruhi bahwa tindakan yang dilakukan baik itu benar ataupun salah adalah wajar, artinya terdapat sikap yang membiarkan individu maupun kelompok untuk melakukan kecurangan. Perilaku anggota organisasi yang melakukan kecurangan sudah menjadi budaya turun menurun menganggap jika perbuatan tersebut benar untuk dilakukan.
  5. Arogansi (Arrogance) merupakan perilaku superioritas dan hak atau keserakahan pada pelaku kejahatan yang mempercayai bahwa kebijakan perusahaan dan prosedur tidak diterapkan kepadanya.
  6. Istilah kolusi diambil dari bahasa latin collusio yang berarti kesepakatan rahasia, persekongkolan untuk melakukan perbuatan tidak etis “Sihombing dan Rahardjo” (2014). Kecurangan yang terjadi dilakukan karena perilaku tidak etis manajemen perusahaan. Demikian pula CIMA (2002) dalam Wilopo (2006) berpendapat bahwa perusahaan dengan standar etika yang rendah memiliki risiko kecurangan misapropriasi aset yang tinggi. Keenam bagian fraud hexagon ini sebagai penyebab terjadinya kecurangan baik kecurangan, misapropriasi aset dan korupsi.

Anda mungkin tertarik Kasir Curang No More! Kecurangan Kasir dan Solusinya

DAMPAK FRAUD BAGI PERUSAHAAN KHUSUSNYA DARI SUDUT PANDANG

AKUNTANSI

Fraud sebagai tindakan kecurangan dan dilihat dari sudut pandang akuntansi terdapat kecurangan yang disengaja dan tidak disengaja yang tentunya akan sangat berdampak bagi perusahaan, seperti yang kita lihat dari berbagai informasi bahwa sering terjadinya penggelapan aset maupun korupsi pada suatu perusahaan yang akan menyebabkan rusaknya reputasi perusahaan, kerugian perusahaan, rusaknya moralitas karyawan serta dampak-dampak negatif lainnya.

Salah satu contohnya adalah kasus yang terjadi di salah satu toko kelontong di Jakarta pada tahun 2017 yang merugikan konsumen mereka karena konsumen menuntut adanya ketidaksesuaian barang sembako pangan yang diberi. Perusahaan tersebut mencurangi konsumen dengan cara kualitas barang sembako pangan yang berlabel “Premium Quality” ternyata tidak sesuai setelah dilakukan uji laboratorium ternyata memiliki mutu V. Sehingga perusahaan tersebut dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf E, F, dan I, serta Pasal 9 huruf H UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 144 juga Pasal 100 ayat (2) UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Kejadian tersebut tidak hanya melibatkan satu pihak di dalam perusahaan, namun bagian produksi harus terus dituntut untuk menjaga kualitas produk mereka agar hal-hal tersebut tidak terjadi.

Dampak yang ditimbulkan oleh fraud atau kecurangan sangatlah beragam, baik itu dari segi finansial maupun non-finansial. Dampak dari segi finansial misalnya kehilangan uang dari jumlah yang sedikit sampai jumlah yang banyak. Sedangkan dampak non finansial yaitu seperti kehilangan pekerjaan, rusaknya reputasi, tidak bisa lagi menciptakan lapangan pekerjaan, hingga ditindak secara hukum, seperti contoh diatas.

BAGAIMANA ERZAP MEMBANTU PERUSAHAAN MENCEGAH FRAUD

Erzap merupakan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang dapat membantu pengawasan dan pengelolaan sebuah usaha dari hulu hingga ke hilir. Tidak hanya optimal didalam menjalankan usaha seperti proses jual dan beli, Erzap juga menyediakan berbagai solusi dalam mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan yang dapat merugikan perusahaan.

1. Sistem Akuntansi Terintegrasi dan Otomatis

Erzap menyediakan fitur akuntansi yang terintegrasi yang mencatat seluruh aktivitas keuangan secara otomatis. Mulai dari pembelian stok, manajemen stok, hingga penjualan produk semua akan tercatat secara otomatis oleh sistem. Tindakan curang seperti manipulasi data tentunya akan sangat sulit dilakukan jika semua sudah terotomatisasi. Fitur Akuntansi Erzap menyediakan berbagai laporan-laporan akuntansi lengkap dan kompleks yang terbentuk secara otomatis sesuai dengan aktivitas keuangan yang terjadi.

Baca juga: Melihat Laporan Buku Besar dan Melihat Laporan Pada Erzap

2. Pengaturan Hak Akses
Erzap memiliki pengaturan hak akses untuk mengatur apa-apa saja yang dapat dapat diakses maupun tidak oleh user dalam penggunaan sistem. Pengaturan Hak Akses ini memiliki dua fungsi, yang pertama membagi pekerjaan kepada user (misalnya akuntansi akan berbeda hak aksesnya dengan purcashing). Kedua membatasi hal-hal yang dapat dilakukan oleh karyawan (misalnya kecurangan yang dilakukan saat penjualan).

Baca juga: Tutorial Tipe User dan Pengaturan Hak Akses

3. Fitur Audit Logs

Setiap tindakan yang dilakukan pada sistem Erzap akan secara otomatis tercatat pada Audit Logs Erzap. Dengan fitur ini setiap aktivitas di dalam sistem akan terlihat. Karena setiap aktivitas dapat terlihat maka akan mudah untuk melacak dan mendeteksi kesalahan yang dilakukan, baik yang tidak sengaja maupun disengaja.

Tindakan curang pada perusahaan akan membawa banyak dampak negatif yang tentunya akan merugikan perusahaan tersebut. Tentunya perusahaan yang sehat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan dan terus berkembang.

 


Tertarik mengetahui lebih lanjut? Ayo daftar sekarang!

Free Trial 14 Hari tanpa Kartu Kredit

 

 

Tutorial Fitur Nomor Batch (Batch Number) ERZAP ERP

27-04-2024 - Dibaca: 3053 kali.
Dalam dunia bisnis, istilah "Batch Number" atau "Nomor Batch" mengacu pada serangkaian karakter atau kode numerik yang digunakan untuk mengidentifikasi sekelompok produk atau barang yang diproduksi atau diproses secara bersamaan dalam suatu periode tertentu. Saat suatu produk tiba di rantai pasokan, baik itu melalui pembelian, penjualan, atau penyimpanan dalam inventaris, setiap batch produk diberi nomor batch yang unik. Nomor batch ini memberikan informasi penting tentang produk tersebut. Dalam proses pembelian, nomor batch digunakan untuk melacak asal-usul dan kualitas produk. Ketika barang dijual kepada pelanggan, nomor batch dapat membantu dalam pelacakan produk jika terjadi masalah atau klaim garansi. Di sisi inventaris, nomor batch memungkinkan manajer untuk mengelola stok dengan lebih efisien dan memonitor perputaran barang dengan lebih akurat. Ketika digunakan dengan benar, batch number menjadi alat yang sangat berguna dalam manajemen stok, pelacakan barang dan menjaga kualitas produk dalam seluruh rantai pasokan.
Baca selengkapnya...

Cara Import Data Produk pada Timbangan Digital Digi SM-100 dengan LabelNet

16-12-2024 - Dibaca: 766 kali.
Sebelum dapat digunakan untuk mencetak label barcode yang dapat dibaca oleh sistem Erzap ERP, data produk harus di import terlebih dahulu ke mesin timbangan digital. Berikut adalah tutorial import data produk pada timbangan digital Digi SM-100 dengan menggunakan program LabelNet.
Baca selengkapnya...

Bahaya Turnover Karyawan yang Tinggi pada Kinerja Perusahaan

17-08-2022 - Dibaca: 5631 kali.
Pernah mendengar tentang turnover karyawan? Kenali dampaknya bagi perusahaan di sini!
Baca selengkapnya...

Proses Gaji dengan Erzap

17-06-2020 - Dibaca: 10150 kali.
Gajian adalah momen yang paling ditunggu oleh pegawai pada perusahaan manapun. Momen yang umumnya terjadi sebulan sekali ini meliputi proses pembayaran upah atas pekerjaan yang telah dilaksanakan pegawai. Walaupun menyenangkan untuk para pegawai, kegiatan ini cukup rumit untuk bagian HRD/Personalia dan Akunting, terutama jika dilakukan secara manual tanpa bantuan Sistem. Sebab pada Perusahaan level menengah keatas, Gajian tidak hanya mencatat Gaji Pokok, namun juga Bonus, Uang Lembur, Tunjangan, Kasbon dan lain-lain. Untuk mempermudah proses penggajian pegawai, Erzap me-release fitur Penggajian Pegawai pada tahun 2018. Kini Erzap telah melakukan Update pada fitur Manajemen Data Pegawai dan juga fitur Penggajian untuk pencatatan pembukuan dan rekap yang lebih akurat dan lebih detail.
Baca selengkapnya...

Tutorial Cetak Barcode Produk Dengan Erzap Label Designer

15-08-2022 - Dibaca: 13294 kali.
Erzap Label Designer, terintegrasi dengan Erzap ERP. Mempermudah pencetakan label barcode produk secara cepat dan mudah dengan tampilan desain yang sederhana dan mudah dipahami. Tidak perlu lagi menggunakan aplikasi barcode lain.
Baca selengkapnya...

Kenali Apa Itu Fraud dan Dampaknya Bagi Perusahaan - ERZAP - SISTEM ERP TERINTEGRASI

fraud, kecurangaan, kecurangan dalam perusahaan, kecurangan dalam akuntansi, mengatasi fraud, pencegahan fraud, akuntansi terintegrasi

Fraud dapat diartikan sebagai tindakan “kecurangan” biasanya terjadi pada suatu organisasi baik itu dari perusahaan maupun organisasi lainnya seperti koperasi, rumah sakit, dan lain sebagainya.