Ingin Tahu Mengenai Laporan Laba Rugi?

09-09-2022 04:24:54, Dibaca: 91

Free Crop anonymous traveler using card device while paying for taxi ride in automobile Stock Photo

Dalam menjalankan suatu bisnis, Sangat penting untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran didalam menjalankan suatu bisnis. Hal ini berkaitan dengan informasi laba dan rugi yang kemudian akan menjadi titik acuan pada kondisi keuangan dari perusahaan. Laporan laba dan rugi juga akan menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan serta strategi yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu sangatlah penting bagi sebuah usaha/bisnis untuk memiliki laporan laba rugi.  Berikut ini, akan dijelaskan laporan laba rugi secara mendalam. 

Apa Itu Laporan Laba Rugi?

Laporan laba rugi (income statement atau profit and loss statement) merupakan laporan finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu yang berisikan data-data pendapatan serta beban yang ditanggung oleh perusahaan yang kemudian menghasilan laba/rugi bersih suatu perusahaan.

Laporan laba rugi ini dibuat tentu untuk menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu. Oleh karena itu, sebagian besar laporan laba rugi tersebut dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Disamping itu, laporan laba rugi ini juga sangat membantu dalam menggambarkan finansial terkini suatu perusahaan.

Laporan laba rugi harus dibuat dengan baik karena akan sangat berbahaya jika penulisan laporan ini terjadi kesalahan penulisan angka. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kerugian lebih banyak daripada keuntungan yang didapatkan oleh suatu perusahaan.

Untuk Apa Laporan Laba Rugi?

Seperti yang sudah kita tahu, laporan keuangan ini akan memuat informasi laba dan rugi suatu perusaan. Laporan laba rugi ini tentunya memuat informasi mengenai data pengeluaran dan pemasukan yang yang nantinya akan memberikan info apakah perusahaan mengalami laba atau rugi. Berikut merupakan 3 fungsi laba dan rugi yang harus Anda pahami: 

  1. Sebagai Bahan Evaluasi PerusahaanPertama, laporan ini digunakan sebagai bahan evaluasi perusahaan. Suatu perusahaan secara umum harus melakukan evaluasi secara berkala agar perusahaan dapat terus berkembang menjadi perusahaan dengan skala yang lebih besar dan menjadi perusahaan yang lebih baik. Dengan adanya data-data dari hasil evaluasi laporan suatu perusahaan ini, suatu perusahaan akan terbantu dalam menunjukkan bagus atau tidaknya performa perusahaan.
  2. Untuk Mengatur Langkah Kebijakan Atasan. Fungsi kedua, untuk mengatur langkah kebijakan atasan khususnya terkait dengan pembiayaan. Laporan laba rugi dapat dibuat dengan aplikasi ketika selalu terjadi kerugian akibat alat produksi yang tidak bekerja secara maksimal.
  3. Acuan Pengembangan BisnisFungsi ketiga, sebagai acuan dalam mengembangkan bisnis. Laporan laba rugi dapat menjadi acuan karena laporan laba rugi menunjukkan status bisnis secara keseluruhan dari segi finansial. Langkah untuk mengembangkan bisnis pun harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan agar suatu bisnis berjalan lebih efektif.

Komponen Dalam Laporan Laba Rugi

Terdapat beberapa item baris umum yang biasanya terlihat pada laporan laba rugi, yaitu: 

  1. Pendapatan/ PenjualanPendapatan/ Penjualan merupakan sebuah pendapatan dari penjualan atau jasa yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Nilai ini akan menjadi kotor biaya yang terkait dengan pembuatan barang yang dijual atau dalam menyediakan layanan. Namun, terdapat beberapa perusahaan memiliki aliran pendapatan yang menambah garis pendapatan total.
  2. Harga Pokok Penjualan (HPP)Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan sebuah item baris yang menggabungkan biaya langsung (Direct Cost) dengan penjualan produk untuk menghasilkan sebuah pendapatan. Item baris ini dapat dikatakan sebagai Cost of Sales jika suatu perusahaan merupakan bisnis jasa. Biaya langsung (Direct Cost) ini dapat mencakup tenaga kerja, suku cadang, bahan, dan alokasi biaya lain seperti depresiasi.
  3. Laba KotorSecara umum laba Kotor merupakan penghasilan yang didapatkan dari suatu penjualan. Laba Kotor dihitung dengan mengurangkan Harga Pokok Penjualan (Harga Pokok Penjualan) dari Pendapatan/ Penjualan.
  4. Beban Pemasaran, Periklanan, dan PromosiSebagian besar bisnis memiliki beberapa pengeluaran terkait dengan penjualan barang dan atau jasa. Biaya pemasaran, periklanan, dan promosi sering kali dikelompokkan bersama karena merupakan biaya yang serupa, semuanya terkait dengan penjualan.
  5. Beban Penjualan, Umum dan Administrasi (Selling, General, and Administrative Expenses (SG&A)). Biaya SG&A termasuk bagian penjualan, umum, dan administrasi yang berisi semua biaya tidak langsung lainnya yang terkait dengan menjalankan bisnis. Biaya SG&A ini termasuk gaji dan upah, biaya sewa dan kantor, asuransi, biaya perjalanan, dan terkadang depresiasi dan amortisasi, bersama dengan biaya operasional lainnya. Namun, entitas dapat memilih untuk memisahkan depresiasi dan amortisasi di bagiannya sendiri.
  6. EBITDAEBITDA singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization merupakan Penghasilan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Ini dihitung dengan mengurangi biaya G&A (tidak termasuk amortisasi dan depresiasi) dari laba kotor.
  7. Depresiasi atau Beban Penyusutan & AmortisasiEBIT adalah istilah yang umum digunakan di bidang keuangan dan singkatan dari Earnings Before Interest and Taxes. Depresiasi dan amortisasi merupakan biaya non tunai yang dibuat oleh akuntan untuk menyebarkan biaya aset modal seperti Properti, Pabrik, dan Peralatan.
  8. Pendapatan Operasional (EBIT)Pendapatan Operasional mewakili diperoleh dari operasi bisnis reguler. Dengan kata lain, Pendapatan Operasional ini merupakan laba sebelum pendapatan non-operasional, biaya non-operasional, bunga, atau pajak dikurangkan dari pendapatan.
  9. BungaPerusahaan biasanya membagi beban bunga dan pendapatan bunga sebagai item baris terpisah dalam laporan laba rugi. Ini dilakukan untuk merekonsiliasi perbedaan antara EBIT dan EBT. Beban bunga ditentukan oleh jadwal hutang.
  10. Biaya lainnyaBisnis sering kali memiliki pengeluaran lain yang unik untuk industrinya. Pengeluaran lain mungkin termasuk pemenuhan, teknologi, penelitian dan pengembangan, kompensasi berbasis saham, biaya penurunan nilai, keuntungan / kerugian atas penjualan investasi, dampak nilai tukar mata uang asing, dan banyak biaya lainnya yang khusus untuk industri atau perusahaan.
  11. EBT (Pendapatan Sebelum Pajak)EBT merupakan singkatan dari Earnings Before Tax, juga dikenal sebagai pendapatan sebelum pajak, dan ditemukan dengan mengurangkan beban bunga dari Pendapatan Operasional.
  12. Pajak penghasilanPajak Penghasilan atau biasa disebut sebagai Pajak Pendapatan mengacu pada pajak relevan yang dibebankan pada pendapatan sebelum pajak. Total beban pajak dapat terdiri dari pajak kini dan pajak masa depan.
  13. Pendapatan bersihPendapatan bersih ini dihitung dengan mengurangi pajak pendapatan dari pendapatan sebelum pajak. Ini merupakan jumlah yang mengalir ke laba ditahan yang terdapat pada neraca, setelah dikurangi untuk setiap dividen.

       Free Side view of crop unrecognizable female in stylish clothes using credit card while buying metro ticket via electronic machine Stock Photo

        Baca Juga Relevansi Akuntansi Dengan Bisnis

Jenis dan Contoh Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi Single Step

Laporan ini hanya menunjukkan satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran. Semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada bagian awal, yang diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang termasuk kategori operasi.

Laba operasi = Selisih pendapatan dengan keuntungan dan beban total serta kerugian

Rumus yang digunakan untuk menghitung laba rugi single step yaitu:

Penghasilan bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)
Contoh laporan laba rugi perusahaan jasa dengan metode single step:

Laporan Laba Rugi Multiple Step

Dalam laporan ini akuntan harus memisahkan transaksi operasi dari transaksi non operasi, dan juga akuntan harus membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan.

Dalam laporan laba rugi selisih antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan disebut dengan laba kotor.

Rumus yang digunakan untuk menghitung laba rugi multiple step yaitu:

Laba kotor = Penjualan bersih – Harga pokok penjualan
Pendapatan operasional = Laba kotor – Biaya operasional
Penghasilan bersih = Penghasilan operasional + Barang non operasional

Strategi Mengelola Laporan Keuangan Laba Rugi Melalui Erzap

Dalam strategi mengelola laporan laba rugi melalui Erzap, ERZAP ERP telah dilengkapi oleh software Akunting yang sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) untuk membantu proses pembukuan dan laporan keuangan perusahaan anda. Tentunya melalui Erzap, Perusahaan dapat lebih cepat dalam mendapatkan berbagai informasi mengenai laporan keuangan khsusnya informasi mengenai laba atau ruginya perusahaan anda. Menggunakan Erzap dalam mengelola laporan keuangan laba rugi dalam perusahaan anda juga sangat membantu dalam mengelola perkembangan bisnis dalam perushaan anda.


Temukan Lebih Lengkap  Stop Gunakan Mesin Kasir, Mulailah Beralih ke Software POS 

Ingin manajemen perusahaan Anda menjadi lebih efisien dan efektif? Daftar sekarang dengan klik tombol Registrasi di bawah ini!

Free Trial 14 Hari tanpa Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah Anda Sudah Tahu 7 Istilah CRM Ini?

16-07-2022 - Dibaca: 310 kali.
Ketahui 7 istilah CRM ini untuk memudahkan Anda menyusun strategi.
Baca selengkapnya...

Sinkronisasi Produk antara ERZ4P dengan Online Web Store

27-01-2018 - Dibaca: 4181 kali.
Sinkronisasi Produk antara ERZ4P dengan Online Web Store
Baca selengkapnya...

Stock Opname Dengan Metode Formulir

08-11-2017 - Dibaca: 21816 kali.
Stock Opname adalah kegiatan penghitungan barang secara fisik atas persediaan barang yang telah tercatat di ERZ4P.
Baca selengkapnya...

Penambahan Harga Jual Berdasarkan Tipe Penjualan : Studi Kasus Penjualan via Go-Food

31-10-2018 - Dibaca: 4003 kali.
Pada ERZ4P anda dapat menambahkan harga jual khusus untuk penjualan via Go-Food tanpa mengubah harga jual asli dengan menggunakan fitur Tipe Penjualan. Pada Tutorial ini kami akan menjelaskan Penambahan Harga Jual Berdasarkan Tipe Penjualan.
Baca selengkapnya...

Fitur Deposit Pelanggan

31-07-2020 - Dibaca: 2095 kali.
Melancarakan Inovasi Tanpa Henti ! Kini Erzap telah mengembangkan Modul CRM dengan menambahkan fitur Deposit Pelanggan. Fitur ini berfungsi untuk menginputkan nilai deposit yang dapat diakumulasi dan digunakan oleh Pelanggan anda untuk bertransaksi.
Baca selengkapnya...

Ingin Tahu Mengenai Laporan Laba Rugi? - ERZAP - Inovasi Tanpa Henti

Laporan Keuangan, Laporan Laba Rugi, Akuntansi Keuangan

Laporan laba rugi (income statement atau profit and loss statement) merupakan laporan finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu yang berisikan data-data pendapatan serta beban yang ditanggung oleh perusahaan yang kemudian menghasilan laba/rugi bersih suatu perusahaan.