Tutorial Laporan Arus Kas Erzap ERP

13-10-2023 14:29:49, Dibaca: 5167

Tutorial Laporan Arus Kas Erzap ERP

Dalam dunia bisnis yang terus berubah dan kompetitif, menjaga kesehatan keuangan perusahaan merupakan salah satu kunci kesuksesan. Salah satu alat yang paling penting dalam mengukur kesehatan keuangan suatu bisnis adalah laporan arus kas. Meskipun sering kali dianggap lebih teknis dan kompleks dibandingkan dengan laporan keuangan lainnya, arus kas sebenarnya adalah pandangan jelas tentang uang yang masuk dan keluar dari perusahaan.


1. Kategori Utama Arus Kas

Arus kas adalah istilah yang digunakan dalam bidang keuangan untuk menggambarkan aliran masuk dan keluar uang dari suatu perusahaan atau entitas bisnis selama periode waktu tertentu. Arus kas mencerminkan seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan uang tunai dari operasinya (arus kas masuk) dan seberapa baik perusahaan dapat mengelola pengeluaran dan pembayaran (arus kas keluar).

Arus kas sangat penting dalam mengukur kesehatan keuangan perusahaan karena dari arus kas Anda dapat menganalisa kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, membayar utang, berinvestasi dalam operasi dan pertumbuhan, serta memberikan pengembalian kepada pemegang saham. Analisis arus kas membantu manajemen dan investor memahami sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan uang tunai yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya.

Arus kas dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama: arus kas operasional, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan. Ini adalah kategori penting yang membantu perusahaan memahami sumber dan penggunaan kasnya. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing kategori:

  1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional (Cash Flow from Operating Activities):
    Ini mencerminkan uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari aktivitas operasionalnya. Ini mencakup penerimaan dari penjualan produk atau jasa, pembayaran kepada pemasok, gaji dan upah karyawan, serta pembayaran pajak.

  2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi (Cash Flow from Investing Activities):
    Ini mencakup pengeluaran uang tunai untuk investasi dalam aset tetap seperti tanah, gedung, peralatan, atau investasi keuangan lainnya. Arus kas ini juga mencakup penerimaan uang tunai dari penjualan aset-aset tersebut.

  3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (Cash Flow from Financing Activities):
    Ini mencakup transaksi keuangan dengan pemegang saham dan kreditor, termasuk penerimaan uang tunai dari penjualan saham atau penerbitan obligasi, serta pembayaran dividen kepada pemegang saham atau pembayaran pokok dan bunga pinjaman.

Memonitor arus kas dalam ketiga kategori ini sangat penting untuk manajemen keuangan yang efektif. Hal ini membantu perusahaan memahami dari mana uang datang dan ke mana uang itu pergi, serta membantu dalam perencanaan keuangan jangka panjang.


2. Fungsi Utama Arus Kas

Arus kas memiliki beberapa fungsi utama dalam konteks keuangan perusahaan. Berikut adalah beberapa fungsi utama arus kas:

  1. Pemantauan Kesehatan Keuangan:
    Arus kas membantu dalam memantau kesehatan keuangan suatu perusahaan. Dengan melihat masuk dan keluarnya uang tunai, perusahaan dapat mengevaluasi apakah mereka memiliki cukup likuiditas untuk memenuhi kewajiban finansialnya.

  2. Perencanaan Keuangan:
    Arus kas memungkinkan perencanaan keuangan yang efektif. Perusahaan dapat merencanakan pembayaran hutang, pengeluaran modal, dan investasi masa depan berdasarkan proyeksi arus kas.

  3. Pengambilan Keputusan:
    Arus kas membantu manajer dalam pengambilan keputusan yang cerdas. Dengan memahami arus kas, manajer dapat menilai apakah perlu menggali sumber pendanaan tambahan atau mengurangi pengeluaran.

  4. Evaluasi Kinerja Bisnis:
    Analisis arus kas dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja bisnis dari waktu ke waktu. Perubahan dalam pola arus kas dapat memberikan wawasan tentang seberapa baik atau buruk suatu bisnis berkinerja.

  5. Menilai Kemampuan untuk Membayar Utang:
    Arus kas membantu perusahaan menilai kemampuannya untuk membayar utang saat jatuh tempo. Jika arus kas cukup, perusahaan dapat membayar utangnya tanpa kesulitan keuangan.

  6. Pemantauan Efisiensi Operasional:
    Dengan melihat arus kas dari aktivitas operasional, perusahaan dapat mengevaluasi seberapa efisien operasionalnya. Penurunan arus kas dari operasional mungkin menunjukkan masalah di dalam bisnis yang perlu diatasi.

  7. Menilai Investasi:
    Arus kas membantu dalam menilai investasi potensial. Perusahaan dapat mengevaluasi nilai investasi berdasarkan potensi arus kas yang akan dihasilkan di masa depan.

  8. Komunikasi dengan Pemegang Saham dan Investor:
    Laporan arus kas juga penting bagi investor dan pemegang saham. Mereka melihat arus kas sebagai indikator keuangan yang kuat dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan mempertahankan pertumbuhan.

Pemahaman yang baik tentang arus kas sangat penting bagi manajemen perusahaan, investor, kreditor, dan semua pihak yang terlibat dalam keputusan keuangan terkait bisnis.


Automatisasi adalah kunci dalam mengelola kas perusahaan dengan efisien. Erzap ERP memungkinkan otomatisasi sejumlah tugas keuangan, termasuk dalam membuat laporan arus kas. Berikut adalah tutorial untuk melihat arus kas pada sistem Erzap ERP.

3. Pemberian Hak Akses Arus Kas

Pemberian hak akses dapat dilakukan melalui menu Administrator, lalu pilih User, lalu klik Tipe User.

Kemudian pilih User yang akan diberikan hak akses lalu klik menu Edit.

Pada halaman Perubahan Data Tipe User, pilih daftar fungsi Akunting.

Temukan pilihan Laporan - Arus Kas, lalu tandai.

Kemudian klik tombol Simpan untuk menyelesaikan proses pemberian hak akses user.

Sekian langkah-langkah untuk memberikan hak akses pada fitur Laporan Arus Kas, berikutnya adalah langkah-langkah untuk melihat Laporan Arus Kas.


4. Melihat Laporan Arus Kas

Melihat laporan Arus Kas dapat dilakukan melalui menu Akunting, lalu pilih Laporan, kemudian klik menu Arus Kas.

Anda akan masuk ke halaman Laporan Arus Kas seperti gambar berikut.

Tentukan terlebih dahulu kriteria laporan yang ingin ditampilkan dengan mengisi filter Outlet, Tahun,dan Bulan.

Berikut adalah contoh pemilihan Outlet.

Berikut adalah pemilihan Tahun.

Berikut adalah pemilihan Bulan.

Setelah kriteria terisi, anda dapat menampilkan laporan arus kas dengan mengklik menu Filter  atau menu Cari .

Berikut adalah contoh dari Laporan Arus Kas.

Anda dapat melihat laporan Arus Kas dari Aktifitas Operasional.

Laporan Arus Kas dari Aktifitas Investasi.

Serta Laporan Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan.

Berikutnya Anda dapat mencetak Laporan Arus Kas tersebut dengan menu Print , menyimpan laporan dalam bentuk PDF , atau mengirim laporan sebagai Email 

Berikut adalah contoh jika Anda ingin mengirim laporan arus kas sebagai email. Tuliskan Alamat Email, gunakan tanda koma "," sebagai pemisah antar alamat email. Kemudian tuliskan Pesan. Klik Kirim untuk mengirim email.

Sekian Tutorial Fitur Arus Kas Erzap. Silahkan hubungi PIC Anda masing-masing untuk informasi lebih lanjut. Selamat mencoba! Gunakan fitur ini untuk memaksimalkan Efisiensi dan Efektifitas Bisnis anda!


Belum dapat bantuan Sistem yang Cerdas? Klik tombol dibawah untuk Registrasi.

Free Trial 14 Hari tanpa Kartu Kredit

Melihat Laporan Pada ERZAP

08-01-2018 - Dibaca: 11272 kali.
Laporan merupakan hal yang penting dalam menunjang kemajuan suatu perusahaan. Disini ERZ4P telah menyediakan fiktur laporan pada setiap menunya yang bisa anda akses dengan mudah, ikutilah langkah - langkah berikut ini :
Baca selengkapnya...

PROMO BUNDLING ERZAP ERP

17-02-2026 - Dibaca: 825 kali.
Produk Bundling, Paket ERZAP, Promo ERZAP, Promo
Baca selengkapnya...

Syarat & Ketentuan

06-10-2022 - Dibaca: 7820 kali.
Syarat dan Ketentuan ERZAP
Baca selengkapnya...

Ternyata Ini 4 Sektor Industri Manufaktur Paling Menjanjikan di Indonesia

28-04-2022 - Dibaca: 17047 kali.
Apa saja industri bisnis manufaktur yang menjanjikan di Indonesia? Simak 4 sektor industri yang dapat Anda coba!
Baca selengkapnya...

Tutorial Penyesuaian Harga Jual Secara Massal

29-05-2023 - Dibaca: 8643 kali.
Perubahan harga produk merupakan hal yang wajar dan sering terjadi di dunia jual-beli. Perubahan harga ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti perubahan harga bahan baku, trend pasar, perubahan kebijakan nilai pajak dan lain-lain. Melakukan penyesuaian harga produk umumnya cukup mudah untuk dilakukan, namun akan menjadi tantangan yang cukup memakan waktu jika perubahan harga terjadi secara massal.
Baca selengkapnya...